Lonjakan Kasus Ebola di Afrika: Lebih dari 200 Orang Meninggal dalam Sebulan

Written by:

Kongo (Republik Demokratik Kongo) sedang menghadapi situasi darurat kesehatan. Wabah Ebola yang sedang berlangsung di wilayah timur negara itu kini semakin mengkhawatirkan. Menurut Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC), jumlah kasus melonjak hampir 40 persen hanya dalam satu minggu terakhir.

Hingga saat ini, sudah tercatat 894 kasus terkonfirmasi dan lebih dari 200 kematian. Ini disebut sebagai wabah Ebola terburuk di tahap awal dibandingkan outbreak sebelumnya. Provinsi Ituri menjadi episentrum, menyumbang lebih dari 90% kasus. Penularan juga merembet ke provinsi tetangga seperti North Kivu dan South Kivu, serta menyeberang ke Uganda dengan 19 kasus dan 2 kematian.rAd6x“LARGE”

Mengapa Sulit Dikendalikan?

Beberapa tantangan besar menghambat upaya penanganan:

  • Wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
  • Kekurangan tenaga kesehatan dan dana.
  • Konflik berkepanjangan yang menyebabkan hampir 1 juta orang mengungsi, sehingga pelacakan kontak menjadi sangat sulit.

Africa CDC menyebutkan, seharusnya ada 17.000 hingga 35.000 kontak yang perlu dipantau dari 800+ kasus ini, tapi baru sekitar 4.000 yang berhasil diidentifikasi.

Wabah ini dipicu oleh jenis virus Bundibugyo, dan sayangnya belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui khusus untuk strain ini. Baru 74 pasien yang berhasil sembuh sejauh ini. Beberapa terapi eksperimental seperti antibodi monoklonal sedang dikembangkan.

Dukungan Internasional Masih Kurang

Africa CDC membutuhkan sekitar 540 personel untuk menangani wabah, tapi baru 84 yang diterjunkan. Dari dana US$900 juta yang dijanjikan mitra internasional, baru US$90 juta yang terealisasi. “Kami berharap janji-janji itu segera diwujudkan,” ujar Dr. Wessam Mankoula, epidemiolog dari Africa CDC.

Situasi ini mengingatkan kita betapa pentingnya respons cepat dan kolaborasi global dalam menghadapi penyakit menular. Mari kita pantau perkembangannya dan dukung upaya para petugas kesehatan di lapangan.

Sumber: The Hill | Data per Juni 2026

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Satu Fakta

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca