DWP Kabupaten Kediri Adakan Lomba Kreasi Masak Ikan dengan 26 Tim Peserta

Written by:

Persiapan lomba kreasi masakan berbahan ikan untuk tahun 2026 mulai dimatangkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kediri lewat kegiatan Rapat Pleno di Ruang Sekartaji, Pendopo Panjalu Jayati, pada hari Senin (5/10).

Pertemuan tersebut bertujuan memberikan penjelasan kepada para peserta tentang aturan, tata cara, serta kriteria penilaian kompetensi. Selain itu, dilangsungkan pula proses undian guna membagi kelompok peserta lomba.

Aviva Herawati Sari Solikin selaku Ketua DWP Kabupaten Kediri mengungkapkan bahwa ajang ini berfungsi sebagai wadah bagi para anggota dalam mengasah daya cipta untuk mengolah ikan menjadi sajian keluarga yang bernutrisi, memikat, serta bernilai ekonomis.

“Lomba ini nanti akan kita laksanakan dengan dukungan dari Dinas Perikanan. Hari ini sekaligus technical meeting dan pengundian kelompok peserta,” kata Aviva.

Kegiatan perlombaan ini diinisiasi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kediri bersinergi dengan DWP Kabupaten Kediri guna memperingati Hari Ikan Nasional yang ke-13 serta perayaan HUT DWP yang ke-27.

Pada pelaksanaannya nanti, para peserta dikelompokkan menjadi 26 tim. Masing-masing tim beranggotakan tiga orang, yang terdiri atas satu utusan dari kecamatan serta dua pengurus DWP sebagai utusan dari tiap-tiap instansi.

Berlandaskan tema “Dari Dapur Keluarga Ciptakan Kelezatan Menu Ikan Tanpa Batas”, kompetisi ini memusatkan perhatian pada pembuatan hidangan utama menggunakan bahan baku ikan air tawar, contohnya gurami, lele, nila, patin, serta varian ikan air tawar lainnya.

Masing-masing tim memperoleh tantangan untuk menghidangkan satu paket menu keluarga bagi empat orang jiwa, yang mencakup ayah, ibu, beserta dua anak, dengan batasan anggaran belanja senilai maksimal Rp100 ribu. Masakan yang disajikan wajib mematuhi kaidah B2SAH, yakni beragam, bergizi seimbang, aman, serta halal.

Ennisa Novia Amalian yang menjabat sebagai Kabid Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri memaparkan bahwa seluruh tim bakal memasak hidangan utama dari bahan ikan air tawar secara langsung di tempat acara dalam durasi waktu 90 menit.

“Adapun penilaian lomba meliputi B2SAH dan keamanan pangan 20 persen, kreativitas dan pengolahan 30 persen, cita rasa 30 persen, serta penyajian atau penampilan 20 persen,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Satu Fakta

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca