Penerapan Teknologi AIoT Tingkatkan Hasil Budidaya Kerapu di Lamongan

Written by:

Penerapan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) kini mulai membawa pengaruh baik pada hasil budidaya ikan kerapu di Kabupaten Lamongan. Kombinasi sensor dan kecerdasan buatan tersebut membantu para petambak dalam mengawasi kondisi kolam serta mendongkrak tingkat kelangsungan hidup ikan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Viada Hafid, mendatangi Kabupaten Lamongan guna meninjau langsung panen ikan kerapu yang memanfaatkan teknologi AIoT di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Selasa (3/11/2026).

Meutya menyebutkan bahwa adopsi teknologi digital seperti AIoT harus senantiasa ditingkatkan, khususnya dalam rangka menunjang produktivitas para petani, petambak, serta bidang ekonomi potensial lain di wilayah.

“Dampak sementara yang dirasakan dari penggunaan teknologi ini di Lamongan adalah berat badan ikan bertambah dan angka survival rate-nya naik,” ujar Meutya saat ikut serta dalam panen raya ikan kerapu.

Di samping itu, ia menyampaikan ada tiga poin penting agar pemanfaatan teknologi ini dapat berfungsi secara maksimal, yakni terhubung lewat koneksi internet, berkembang dengan memaksimalkan jaringan guna hal-hal produktif, serta terpelihara melalui edukasi dan perawatan alat.

“Kami titip untuk syarat terjaga yang terakhir, mohon alatnya digunakan dengan baik, dijaga dengan baik, kebahagiaan kami selaku pemerintah kalau melihat hasil dari kecerdasan artificial ini mendatangkan manfaat bagi petani kita di berbagai daerah,” kata dia.

Di sisi lain, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memiliki keinginan agar pemakaian teknologi digital di bidang pertanian serta perikanan budidaya mampu memikat kaum muda untuk ikut berkecimpung.

“Adanya digitalisasi ini sangat menjadikan ketertarikan khususnya para milenial untuk bisa bertambak maupun bertani, karena dengan bantuan teknologi memudahkan mereka untuk lebih menyukai bidang pertanian dan perikanan,” tutur Pak Yes.

Para petambak ikan kerapu turut merasakan langsung kegunaan dari teknologi AIoT ini. Selain membantu menjaga ketersediaan oksigen, inovasi tersebut mempermudah pengecekan mutu air, mencakup kadar keasaman (pH) dan tingkat salinitas.

Mia Oktavia selaku pembudidaya ikan kerapu menuturkan bahwa kondisi ikan menjadi lebih sehat serta bernafsu makan. Pertumbuhan ikan pun menunjukkan hasil positif, sementara angka kematian ikan menyusut.

“Dapat mengecek pH air, salinitas air, tingkat kematiannya juga berkurang, untuk pakan kami stabil. Ikan kerapu kecil sangat terbantu oksigennya. Efisien waktu juga, bisa dikontrol dari rumah. Intensitas turun ke tambak berkurang karena bisa dikontrol dari rumah, biasanya pagi kontrol, sore beri makan, malam kontrol oksigen, sekarang cukup 1 kali ke lapangan,” jelas Mia.

Berkat bantuan teknologi tersebut, petambak tidak perlu lagi terlalu sering mendatangi lokasi tambak guna memantau keadaan air. Pengawasan berbagai indikator dapat dikerjakan dari rumah sehingga tenaga serta waktu menjadi jauh lebih hemat.

Penggunaan AIoT ini diharap mampu menaikkan hasil sektor perikanan budidaya sekaligus merangsang minat generasi muda untuk mengembangkan bidang perikanan di Lamongan.

Tinggalkan Balasan